Peneliti LIPI: Infrastruktur BIM Terancam
DAMPAK gempa yang terus mengguncang Sumbar, ternyata tidak hanya menyebabkan runtuhnya dasar laut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, tetapi juga berpotensi membuat lapisan tanah (likuifaksi) di Kota Padang menjadi amblas. Untuk itu, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan mengkaji potensi tersebut, pada 27 Mei – 7 Juni mendatang.
Likuifaksi adalah suatu proses atau kejadian berubahnya sifat tanah dari keadaan padat menjadi keadaan cair, yang disebabkan oleh beban siklik pada waktu terjadi gempa sehingga tekanan air pori meningkat mendekati atau melampaui tegangan vertikal.
Peneliti Puslit Geoteknologi LIPI Dr. Adrin Tohari kepada Padang Ekspres kemarin mengatakan, pesisir barat Sumatra yang rentan terjadi gempa bumi tidak hanya menimbulkan tsunami, tetapi juga menyebabkan peristiwa liquifaksi. “Ini bisa terjadi pada dataran yang terbentuk oleh endapan yang bersifat lepas dengan muka ait tanah yang dangkal,” tambahnya.
Hasil penelitian tim Geologi LIPI pada 2007 memperlihatkan kondisi bawah tanah Kota Padang tersusun atas lapisan pasir gembur hingga pasir padat. Kondisi tanah yang berpotensi likuifaksi tersebut, digambarkan dengan kepadatan lapisan pasir yang meningkat menurut kedalaman dan permukaan air tanah yang cendrung dangkal.
“Untuk dapat mengurangi bahaya liquifaksi maka diperlukan pengetahuan mengenai kondisi geologi dan potensi liquifaksi di wilayah ini,” tegasnya.
Dijelaskan Adrin, berdasarkan analisis potensi liquifaksi dengan mempertimbangkan percepatan gempa sebesar 490 cm/detik di permukaan tanahnya, maka di wilayah Kota Padang akan mengalami penurunan yang cenderung semakin besar ke arah utara hingga mencapai 25 sentimeter.
Penurunan lapisan tanah tersebut, katanya, kemungkinan besar dipengaruhi oleh penyebaran endapan pasir gembur yang semakin tebal di wilayah utara. “Penurunan lapisan tanah ini akan mengancam infrastruktur penting seperti Bandara Internasional Minangkabau (BIM),” bebernya.
Pada penelitian 27 Mei – 7 Juni mendatang, Tim Geologi LIPI akan meneliti lebih jauh lagi potensi likuifaksi di kota Padang dengan melakukan pengujian kepadatan lapisan tanah di 30 titik. Selain itu, tim juga akan melakukan pengeboran sedalam 30 meter di 3 titik yang tersebar di wilayah Kota Padang. Tujuannya, untuk menyempurnakan peta kerawanan amblasnya tanah akibat gempa untuk wilayah pesisir Kota Padang. Tentang cara untuk menghindari bahaya likuifaksi, Adrin menyebutkan, pertama, hindari daerah rentan bahaya likuifaksi, kemudian gunakan struktur bangunan yang lentur.
Dalam menerapkan cara kedua, bangunlah pondasi yang terikat menyatu, pasanglah sambungan antar pipa yang bersifat lentur. “Cara ke tiga dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas tanah melalui pemasangan sistem pengairan vertikal, pemadatan lapisan tanah, dan injeksi semen ke dalam lapisan tanah,”ujarnya. (esg)







No comments yet
Pengumpan komentar untuk artikel ini