Hanya Universitas dan Institut yang Menyelenggarakan SNM-PTN

SEBANYAK 57 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menyatakan kesediaannya ikut dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN). Program pengganti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) ini diprediksi akan diikuti kurang lebih 400-an ribu peserta di seluruh PTN. Demikian ditegaskan Sekretaris Ditjen Dikti yang juga Ketua Panitia Pelaksana SNM-PTN Suryo Hapsoro Tri Utomo  di Jakarta kemarin.
Menurut dia, dari 82 PTN di bawah Depdiknas, hanya universitas dan institut saja yang melaksanakan SNM-PTN, sedangkan Politeknik dan Perguruan Tinggi Seni tidak. “Kenapa cuma 57 ikut SNM-PTN, karena memang ada Politeknik dan Perguruan Tinggi Seni yang sudah mempunyai program mandiri, dan itu sah-sah saja.”
Dalam sistem SNM-PTN, tak hanya PTN di bawah Depdiknas saja yang bisa ikut, Universitas Islam Negeri juga bisa. “Tidak ada pembatasan, silakan saja universitas atau perguruan tinggi yang tidak berada di naungan Depdiknas ikut program ini,” ujar Hapsoro.
Ditambahkannya, dalam seleksi SNM-PTN, masing-masing perguruan tinggi diberikan kebebasan dalam penentuan jumlah mahasiswanya. Misalnya, Universitas Sam Ratulangi ingin menerima 1000 mahasiswa, yang 800 lewat SNM-PTN, 200 lewat jalur ekstensi. “Itu bisa saja karena masuk dalam program mandiri PTN.”
Sama dengan sebelumnya, tahun ini SNM-PTN juga memberlakukan pendaftaran kolektif bagi sekolah-sekolah, untuk memudahkan pendaftaran. Ini bisa dilakukan sama dengan pendaftaran individu, yakni di 38 panitia lokal plus satu panitia di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk perekat bangsa.
Sedangkan, bentuk dan naskah soal yang akan diujikan pun tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

”Naskah dibuat berbeda, baik dalam satu ruangan, dengan bentuk kode berbeda, juga antar rayon, namun, esensinya tetap setara, agar tidak terjadi kecurangan,” kata Hapsoro sembari menambahkan pengumuman yang akan diumumkan pada 1 Agustus juga sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni lewat media massa dan webiste. (jawa pos)