CJH Tapanuli dan Indragiri Hulu Minat Berangkat dari Padang

BERBAGAI fasilitas asrama (embarkasi dan debarkasi) haji Parupuk Tabing Padang, terus ditingkatkan menghadapi musim haji tahun 2008 yang akan diselenggarakan bulan November mendatang.

Menurut Kakanwil Depag Sumbar H Darwas, sejumlah sarana dan prasarana yang akan dibangun tahun ini di antaranya, ruang tunggu pengantar calon jamaah haji (CJH), klinik CJH, parkir khusus, penambahan ruang VIP, gapura dan pagar asrama.

“Seluruh dananya bersumber dari APBN dan APBD. Dengan kelengkapan fasilitas tersebut, diharapkan pelayanan terhadap sekitar 7000 CJH di embarkasi/ debarkasi Padang menjadi semakin baik,” ujar Darwas didampingi Kabid Hazawa Kanwil Depag Sumbar H Japeri, kemarin.

Pada pemberangkatan CJH tahun ini, kata Darwas CJH akan diberangkatkan dengan pesawat berbadan lebar sehingga waktu tempuh menjadi lebih cepat dan jumlah penerbangan menjadi berkurang.

Darwas juga mengungkapkan, bahwa selain CJH dari Provinsi Jambi (bagian barat) dan Bengkulu, saat ini sudah banyak masyarakat dari pemerintah daerah Indragiri Hulu (Riau) dan Tapanuli Selatan (Sumatra Utara) yang berminat untuk berangkat melalui embarkasi Sumbar.

Alasannya, berangkat melalui Sumbar lebih dekat dibandingkan ke bandara Polonia, Medan. Namun, Darwas mengaku pihaknya tidak berhak menyepakati itu karena kebijakannya terletak pada kesepakatan antargubernur yang kemudian disampaikan kepada Menteri Agama.

Apabila disetujui, itupun kemungkinan baru bisa diterapkan tahun 2009, karena kuota dari embarkasi Padang tahun ini sudah terpenuhi lebih dari 7000 CJH. Sebanyak 4500 dari Sumbar, dan selebihnya dari Jambi dan bengkulu.

Tentang travel biro yang melayani jasa umroh, Darwas berharap agar meningkatkan sosialisasinya di media massa sehingga masyarakat bisa mengetahui lebih banyak seputar layanan yang diberitakan, termasuk jadwal keberangkatan.

Sebab, selama ini banyak di antara masyarakat Sumbar yang cenderung memilih travel biro dari luar Sumbar ketimbang dari Sumbar. “Ini bukan soal layanannya, tapi lebih pada kurangnya sosialisasi,” kata Darwas. (esg)