Dari Hasil Penjualan Nada Sambung Lagu Minang

PERJANJIAN kerjasama penggunaan nada sambung dan nada dering tiga lagu daerah Minangkabau antara PT Telkom Tbk dengan Pemprov Sumbar, kemarin ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Dirut PT Telkom Rinaldi Firmansyah dengan Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi.

Penandatangan kerjasama yang berlangsung di Kantor Pusat PT Telkom tersebut juga dihadiri Dirut Telkomsel Kiskenda Suriahardja, Direktur Konsumen PT Telkom Tbk Ermady Dahlan dan Kabiro Humas Setprov Sumbar Devi Kurnia.

Dengan adanya kerjasama ini, kata Devi Kurnia, PT Telkom Tbk berjanji akan menyumbangkan sebagian hasil penjualan nada sambung (ringbacktone) dan nada dering (ringtone) lagu Minang kepada Pemprov Sumbar. Sumbangan tersebut digunakan untuk membantu merealisasikan pembangunan Masjid Raya Minangkabau di Jl. Khatib Sulaiman Kota Padang.

Tiga lagu minang yang sebagian hasil penjualannya akan disumbangkan untuk pembangunan Masjid Raya tersebut adalah lagu Minangkabau, Malereng Tabing dan Malam Bainai. “Jadi, apabila pelanggan Flexi dan Telkomsel berlangganan atau mendownload ringtone dan ringbacktone lagu tersebut, maka ia termasuk orang yang telah menyumbang pembangunan Masjid Raya,” ujar Devi Kurnia.

Gubernur, kata Devi, berharap masyarakat dan perantau minang dimana pun berada yang menggunakan jasa layanan Telkomsel dan Flexi ikut berpartisipasi menggunakan ringtone dan ringbacktone lagu minang sehingga Masjid Raya yang sudah lama didambakan masyarakat Minang bisa segera terealisasi.

Dari harga berlangganan atau download ringtone dan ringbacktone sekitar Rp8.000 sampai Rp9.000, jelas Devi, pada nota kerjasamanya tergambar bahwa Telkom dan Telkomsel hanya mengambil sebagian biaya produksi dan operasionalnya maksimal Rp3.000.

“Selebihnya, menjadi hak Pemprov yang digunakan bagi pembangunan Masjid Raya,” jelas Devi yang tadi malam juga ikut mendampingi Gubernur mengadakan pertemuan dengan Presdir PT Bukit Asam dan investor Batubara dari Soviet. (esg)