Andrinof: Jangan Terpengaruh Slogan dan Simbol-simbol

MASYARAKAT Kota Padang, Sawahlunto, Pariaman dan Padangpanjang yang akan menggelar Pilkada tahun 2008 perlu mewaspadai pendekatan para calon kepala daerah yang lebih mengedepankan slogan dan simbol-simbol dalam meraih simpati pemilih.

Pendekatan semacam itu umumnya dilakukan para calon sejak masa pra kampanye. Mereka banyak memanipulasi hal-hal yang abstrak melalui simbol-simbol seperti photo, spanduk dan kalender serta atribut lainnya dalam mempengaruhi pemilih.

“Mereka meninggikan hal-hal abstrak yang sebenarnya tidak menyentuh kepentingan masyarakat melalui slogan dan simbol-simbol. Nah, masyarakat harus kritis menghadapi pendekatan seperti itu,” ujar Pengamat Politik dari Universitas indonesia Andrinof A Chaniago kepada Padang Ekspres, kemarin.

Peneliti Kebijakan Publik The Habibie Center ini menambahkan, sikap kritis bisa ditunjukkan dengan tidak mudah terpesona atau terpengaruh pada spanduk, photo dan atribut yang tidak mencerminkan kualitas dari calon kepala daerah.

“Kita dari sekarang sudah harus lebih selektif dalam menentukan pilihan, dengan lebih mengedepankan integritas moral, kualitas, kemampuan serta pengalaman dari sang calon. Jangan cepat percaya dan terpesona pada simbol-simbol tadi,” tandas Andrinof.

Sikap kritis dan selektif masyarakat seperti itu, tambah Andrinof, juga berlaku dalam memilih calon presiden dan anggota legislatif pada Pilpres dan Pemilu tahun 2009. “Ini sangat penting, agar tidak salah pilih dan kecewa di kemudian hari,” ulasnya.(esg)