BRANDING, menjadi business buzzword dalam sekian tahun belakangan ini. Kebutuhan untuk melakukan branding tidak hanya dimiliki oleh produk, tapi juga individu, hingga akhirnya bermunculanlah konsultan-konsultan personal branding yang biasanya juga merangkap sebagai pakar PR.

Banyak yang belum menyadari bahwa aktifitas branding itu sendiri memiliki implikasi yang jauh lebih luas dari sekedar mendisplay logo produk di mana-mana, membuat tagline untuk diingat banyak orang atau membuat jingle yang ear catching. Branding adalah menyampaikan kepada audience tentang siapa kita, apa yang kita lakukan dan bagaimana kita melakukannya. Branding adalah keseluruhan packaging, aktifitas dan manner kita (atau produk) yang dilakukan secara konsisten dan kontinue.

Terkait dengan internet: Krisis ekonomi yang membawa efek positif yaitu semakin banyaknya internet user dan bermunculannya pengusaha micro, small dan medium bisnis yang memanfaatkan internet sebagai sarana komunikasi, pencarian informasi dan marketing, tak pelak menuntut kemampuan dari para pelaku bisnis tersebut dalam melakukan branding di dunia online.

Berikut trik online branding yang bisa dimanfaatkan untuk membuat brand Anda memiliki identitas yang kuat di tengah ramainya informasi di internet:

1.Miliki website.
Website adalah sarana untuk menginformasikan apa siapa dan bagaimana Anda sekaligus sarana berkomunikasi langsung dengan konsumen. Jadi memiliki website adalah wajib. Tak harus berupa website yang ‘wah’, tapi sesuaikan dengan kebutuhan bisnis Anda.

2. Jelaskan layanan/produk Anda dari awal.
Ketika pengunjung memasuki website Anda, pastikan mereka langsung tahu website apa yang mereka masuki dan mengapa mereka harus berada di situ. Artinya, dalam satu langkah, mereka langsung bisa mengidentifitikasi apa yang Anda jual dan apa manfaatnya untuk konsumen. Hilangkan basa-basi verbal mau pun visual yang tak perlu, lupakan aplikasi flash yang digunakan hanya for the sake of creativity dan hanya membuat konsumen menunggu loading terlalu lama

3. Utamakan layanan/produk, bukan identitas perusahaan .
Mungkin ini terdengar aneh, tapi menjadikan nama perusahaan sebagai elemen paling menonjol ketika melihat website Anda, bukanlah cara yang yang efektif dalam berkomunikasi di online. Jadikanlah benefit untuk konsumen (yang didapat ketika menggunakan produk/layanan Anda) sebagai fokus utama dan yang pertama dilihat mata konsumen ketika masuk ke website.

4. Gunakan figur real person sebagai representasi perusahaan.
Internet berpotensi menjadi media yang ‘dingin’ jika kurang ada sentuhan human. Karenanya, akan menjadi lebih ‘hangat’ jika kita menggunakan sosok figur seseorang yang bertindak sebagai admin. Bayangkan bedanya jika Anda harus berbicara ke ‘dear Admin‘ dan ‘Dear Mas/Mbak …’.

Lebih dari itu, figur real person juga berguna untuk menambah kredibilitas, mengingat medium internet juga bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

5. Kumpulkan fans sebanyak-banyaknya!
Kebanyakan online marketer hanya berpikir tentang mengumpulkan pengunjung/visitor sebanyak-banyaknya. Ngga salah, hanya cobalah sesekali berpikir untuk mengganti objektif dari mengumpulkan pengunjung menjadi mengumpulkan fans.

Pengunjung, adalah orang yang datang untuk sebuah kebutuhan pragmatis seperti membeli produk atau layanan. Hanya sampai di situ.

Fans, mereka adalah orang-orang yang akan selalu men-support Anda, mengikuti apa yang Anda katakan dan mengikuti yang Anda lakukan. Dengan dua perbandingan itu, which would you rather have?

Sumber: Iim Fahima Jachja