Partai Harmoko Gagal Ikut Pemilu

Dari 64 parpol yang menyerahkan berkas, sebanyak 51 parpol dinyatakan lolos, sisanya 13 parpol gagal mengikuti pemilu 2009. Pengumuman disampaikan Ketua KPU Abdul Hafidz Anshary melalui pengeras suara di pintu masuk Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, pada pukul 00.00 WIB, Sabtu (31/5).

Sementara ratusan pendukung dari berbagai parpol bersorak-sorai dari luar pagar Gedung KPU setiap nama parpolnya disebut. Mereka tidak diperkenankan masuk ke halaman kantor karena dikhawatirkan akan mengganggu jalannya pengumuman.
Selain itu, KPU mengantisipasi jika ada pendukung parpol yang gagal lolos tidak terima dengan keputusan KPU. Dari 51 parpol yang lolos, 16 partai langsung menjadi peserta pemilu berdasarkan UU 10/2008 tentang Pemilu. Sisanya 35 partai harus mengikuti verifikasi faktual.

Hafiz menambahkan, untuk partai yang tidak lolos, KPU akan menyampaikan surat pemberitahuan disertai alasan mengapa tidak lolos.

Partai Harmoko

DARI 13 parpol yang dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi di KPU, salah satunya adalah Partai Kerakyatan Nasional (PKN) yang dimotori mantan Ketua DPR/MPR Harmoko.

Ketua Pokja Verifikasi Parpol KPU Andi Nurpati mengungkapkan, dari 13 parpol yang tidak lolos, 2 partai mengundurkan diri. Sedangkan 11 parpol lainnya tidak memenuhi persyaratan seperti tidak memiliki badan hukum dari Depkum dan HAM, tidak memenuhi syarat 2/3 pengurus di provinsi, tidak memenuhi syarat 2/3 pengurus di kabupaten/kota, dan tidak memenuhi syarat keanggotaan 1.000 atau 1/1000 jumlah penduduk.

Berikut daftar 13 parpol yang tidak lolos verifikasi administrasi KPU:

1. Partai Persatuan perjuangan Rakyat

2. Partai Masyarakat Madani Nusantara

3. Partai Islam

4. Partai Reformasi Demokrasi

5. Partai Bela Negara

6. Partai Republik

7. Partai Nasional Indonesia

8. Partai Kristen Nasional Demokrat Indonesia

9. Partai Pemersatu Nasionalis Indonesia

10. Partai Tenaga Kerja Indonesia

11. Partai Kerakyatan Nasional

12. Partai Islam Masyumi Indonesia

13. Partai Kemakmuran Rakyat. [sumber: http://www.inilah.com]