Teater Bengkel Muda Surabaya
Kompleks Balai Pemuda
Jl. Gubernur Suryo 15 Surabaya
Telp. (031) 5454120

Pengantar
Lakon ini diambil dari naskah asli berjudul Le Bal des Voleurs (1938), karya Dramawan asal Perancis, Jean Anouilh. Diterjamahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Lucienne Hill menjadi Thieves’ Carnival (1952). Adapun Pesta Pencuri adalah terjemahan Bahasa Indonesia oleh Asrul Sani (Pustaka Jaya, 1986).

Naskah ini memang bercerita tentang pencuri. Harian Sinar Harapan edisi 22 Maret 2002 pernah menulis: Jean Anouilh seakan tahu dramanya ini bakal terjadi di suatu tempat di Asia Tenggara.
“Terus terang kita tidak berani bilang drama lucu ini juga terjadi di negeri sendiri. Masalahnya ilmu kontra permalingan yang ada belum mampu menganalisis kasus-kasus permalingan di Indonesia. Di sini soal yang satu ini terlalu sulit, rumit dan sekaligus teramat menggelikan,” tulis koran sore itu. Sutradara Bengkel Muda Surabaya, Zainuri, sengaja ingin kembali mengangkat naskah drama ini karena banyak pelajaran yang bisa dipetik darinya.
Lakon ini telah dipentaskan di Gedung Simonstok, Kota Batu-Malang (24 Februari 2007), Komunitas Celah-Celah Langit (CCL) Ledeng-Bandung (11 April 2007), Kampus UK Petra Surabaya (27 April 2007), Lokasi Pengungsian Korban Lumpur Lapindo-Pasar Baru Porong Sidoarjo (16 Juni 2007), Kompleks Lokalisasi Kremil Surabaya (23 Juni 2007), Kampus Unmuh Surabaya (30 Juni 2007), Komunitas Teater Populer Jakarta (28 Juli 2007), Komunitas Suket Bojonegoro (16 Februari 2008), Komunitas Bengkel Panggung Jember (15 Maret 2008), dan Dewan Kesenian Kota Blitar, 17 Mei 2008.
Sinopsis
Tiga pencuri jalanan – Bonong, Cacing, dan Cengik – mencoba menghadiri undangan Pesta Para Pencuri di rumah dedengkot pencuri, Keluarga Ayu Selintas dan Lowo Kumolo. Ketiganya bermaksud menguras harta keluarga kaya ini.
Namun ternyata di rumah tersebut sudah banyak tamu yang mempunyai tujuan sama dengan ketiga pencuri jalanan ini. Di pesta ini semua tamu mempertunjukkan kelihaian mencuri. Tentu sasarannya adalah harta sang tuan rumah.
Tapi tuan rumah lebih pandai membaca gelagat para tamunya. Justru di balik Pesta Pencuri ini, ternyata Ayu Selintas mengendalikan aturan main dari semua yang ada dibenak tamunya. Para tamu dijadikan korban kemuslihatan dari kekayaan yang diumpankannya.
Mereka ada yang ditangkap polisi, sementara yang lain melarikan diri hanya dengan membawa barang perhiasan curian yang tidak seberapa harganya. Dari sinilah keluarga Ayu Selintas terselamatkan dari incaran polisi.

Staf Produksi
Supervisi : Farid Syamlan (Ketua Bengkel Muda Surabaya),
Rusdi Zaki, Sabrot D. Malioboro,
Amang Mawardi, Amir Kiah, Ndindy Indiati,
Maria Endang Pudyastuti
Pimpinan Produksi : Hanif Nashrullah
Sekretaris : Sesilia Menuk Wijayanti
Bendahara : Ida Ayu ‘Gek’ Kade Ari Trisnawati

Staf Sutradara
Penulis Naskah : Jean Anouilh
Penerjamah : Asrul Sani (Pustaka Jaya, 1986)
Sutradara : Zainuri
Pemain : Saiful Hadjar
Saiful ‘Ipung’ Arif
Mastohir
Taufik Sholekhuddin Sofjan
Ega Mahardini
Ida Ayu ‘Gek’ Kade Ari Trisnawati
Sesilia Menuk Wijayanti
‘Amar’ Marjangkung
Lan Fang
Hanif Nashrullah
Artistik : Saiful Hadjar
Pembantu Umum : Jhon Pa’i
Penulis Naskah
Jean Anouilh
Lahir di Bordeaux, 23 Juni 1910
Namanya populer sejak era Perang Dunia II. Selain menulis drama dia juga dikenal sebagai penulis film dan sutradara. Bakat menulisnya telah tampak sejak usia 9 tahun. Di usia itu dia telah mengadaptasi naskah drama karya Edmond Rostand. Namun dia pertama kali memainkan drama secara penuh pada usia 16 tahun. Sejak itu kemudian dia menyatakan ketertarikannya di bidang kepenulisan. Dia pun meninggalkan bangku kuliahnya di Fakultas Hukum, Sorbonne, Paris, dan memilih bekerja sebagai Copy Writer di sebuah perusahaan advertising.
Bersamaan dengan itu, demi meningkatkan penghasilannya, dia juga bekerja sebagai penyusun materi film untuk dipublikasikan. Adapun karirnya sebagai penulis diawali dari sebuah industri film. Yaitu ketika dia menjadi sekretaris di sebuah perusahaan film Comédie des Champs-Élysées (1931). Dari sinilah dia mengawali menulis naskah yang sesungguhnya. L’Hermine (1932) adalah karya naskah drama pertamanya. Sejak itu, kemudian, hingga akhir hayatnya, dia telah menghasilkan sedikitnya 54 naskah drama.
Karya-karyanya yang populer meliputi Le Voyageur sans Baggage (1938), Antigone (1946) dan Becket (1959). Karya-karyanya terbilang berbeda satu sama lain. Sebagian besar berisikan kontras antara fantasi dan realitas. Tapi banyak juga yang klasik. Beberapa lainnya merupakan adaptasi dari naskah Yunani Kuno. Serta sisanya berupa eksplorasi tentang kehidupan dan cinta. Banyak naskah-naskah dramanya yang kemudian diangkat menjadi karya film. Anouilh sendiri terhitung mulai berkolaborasi dalam film sejak 1936. Dia mengadaptasi beberapa karyanya, seperti Pattes Blanches (1949) dan Caroline Cherie (1954) yang kemudian disutradarainya sendiri.
Pada tahun 1970, hasil kerjanya dikenal dengan predikat Prix Mondial Cino Del Duca. Jean Anouilh menikahi seorang aktris, Monelle Valentin, pada tahun 1929 dan menghasilkan seorang putri, Catherine, sebelum akhirnya bercerai. Dia meninggal di Lausanne, Swiss, 3 Oktober 1987, akibat serangan jantung.

Sutradara
Zainuri
Lahir di Surabaya, 1 Mei 1964
Aktif di Bengkel Muda Surabaya sejak 1984. Selain berteater, dia menulis puisi, esai dan cerita pendek yang dimuat di media massa lokal. Garapan-garapan dramanya, di antaranya, Kaca-Kaca, Orang-Orang Berpeci dan Nyai Adipati. Judul tersebut terakhir sempat dipentaskan untuk Temu Teater Indonesia 1993 di Solo. Pada tahun 2004 dia menyutradarai Polisi. Selain itu, dia punya Kelompok Musik ‘Bledhek Sigar’.

Pemain

Hanif Nashrullah
Lahir di Pamekasan, 10 Januari 1979
Alumnus Sastra Inggris Universitas Brawijaya. Aktif di Bengkel Muda Surabaya sejak 2001. Turut bermain dalam lakon “Polisi” (2004 – 2005). Dia adalah salah satu penggiat kelompok musikalisasi puisi “Bledhek Sigar”.

Mastohir
Lahir di Surabaya, 29 September 1946
Kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, dibuyarkan oleh peristiwa G30/S PKI (1964). Sejak itu dia memfokuskan diri di bidang kesenian, di antaranya bergabung di Komunitas Penggemar Seni Teater (Pensiter). Kemudian terlibat di Srimulat – mulai sebagai Penata Artistik, Pemain, hingga Sutradara – dan berpindah-pindah dari Surabaya, Solo, Semarang dan Jakarta (1966 – 2001). Sempat pula menekuni seni lukis di Akademi Seni Rupa Surabaya (1967 – 1969). Belakangan juga berperan di sejumlah sinetron.

Saiful Hadjar
Lahir di Surabaya, 30 Agustus 1959
Bergabung dengan Bengkel Muda Surabaya sejak 1978 — menulis puisi, bermain teater, seni rupa instalasi dan grafis. Puisi dan artikel budayanya pernah dimuat di berbagai media massa. Penggagas Kelompok Seni Rupa Bermain (KSRB) ini telah menerbitkan buku Senapan Grafis (2005).

M. Syaiful ‘Ipung’ Arif
Lahir di Surabaya, 22 Desember 1969
Sarjana Seni Rupa dari IKIP Negeri Surabaya ini aktif di Bengkel Muda Surabaya sejak 1985. Pernah main drama dalam lakon Aduh, Bersamadi, Nyai Adipati, Jalan Tembakau, Laboratorium Gila, Racun Tembakau dan Polisi. Sampai sekarang dia juga aktif bermain musik bersama Kelompok ‘Bledhek Sigar’.

‘Amar’ Marjangkung
Lahir di Bojonegoro, 15 Juli 1980
Mengawali belajar akting di LJ. Talent Agensi pada tahun 2006. Berperan dalam film “Kabut Sesaat”, produksi TVRI Surabaya, 2006. Sehari-harinya bekerja sebagai penjahit di sebuah perusahaan konveksi di Surabaya.

Ida Ayu ‘Gek’ Kade Ari Trisnawati
Lahir di Tabanan, 5 Agustus 1987
Mahasiswi jurusan Psikologi Unika Widya Mandala (UWM) Surabaya ini juga aktif di UKM Teater Bata. Pernah belajar ilmu beladiri Karate semasa SMA. Cita-citanya menjadi Penyiar Radio baru saja kesampaian.

Taufiq Sholekhuddin Sofjan
Lahir di Surabaya, 8 September 1974
Alumnus STKW Surabaya jurusan Seni Rupa Murni ini lebih dikenal sebagai aktifis teater. Sebelum di Bengkel Muda Surabaya dia telah bergabung dengan Teater Alif (1989) dan Teater API Indonesia (1993). Juga pernah terlibat di beberapa produksi Film dan Sinetron. Saat ini dia aktif membina kegiatan ekstrakulikuler bidang seni teater di beberapa Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA), baik negeri maupun swasta, di Surabaya. Dia adalah salah satu penggagas Komunitas Teater SMA se-Surabaya dan sekitarnya (KATES).

Sesilia Menuk Wijayanti
Lahir di Surabaya, 11 Juni 1986
Mahasiswi jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unika Widya Mandala (UWM) Surabaya. Dia tergolong sebagai aktris senior di Teater Kedok, SMAN 6 Surabaya. Dia memang alumnus situ dan sempat menyutradarai adik-adiknya di Teater Kedok dalam Parade Teater Pelajar yang digelar oleh Dewan Kesenian Surabaya (2006). Pernah menjabat Ketua Pengurus Harian Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bidang Kesenian dan ikut mendirikan Teater Bata di kampusnya. Saat ini sedang menyusun skripsi.

Ega Mahardini
Lahir di Surabaya, 25 Maret 1983
Awalnya terjun di dunia model. Belakangan terlibat sebagai penata busana di sejumlah pementasan teater (2005- 2006). Sempat berguru di Bengkel Teater Rendra (2007). Turut berproses sebagai pemain dalam lakon Antosoroh, arahan Sutradara Ken Zureida, bersama Happy Salma, Inne Febriyanti, David Chalik dan Maryam Sorpa

Lan Fang
Lahir di Banjarmasin, 5 Maret 1970
Alumnus Fakultas Hukum Universitas Surabaya ini produktif menulis. Beberapa karya novelnya tergolong Best Seller. Tulisan-tulisannya – cerpen dan resensi buku – sering dimuat di media massa nasional.

Pernah Terlibat sebagai Pemain
– Azis Malna
– Deni Ariyanti
– Nur Aini
– ’Molly’ Maulina
– Arif
– Ferry
– Elis
– Tyas
– Tejo Laksana
– Samsul Arifin
– Dedi ’Obeng’ Supriadi
– Rizki Putri Maharani
– Sarifah Aini
– F. Ivan K ”Cello”

Contact Person: Hanif Nashrullah, 08174802453
hanifnashrullah@gmail.com