Gempa berkekuatan 7,2 skala Richter mengguncang wilayah pegunungan dan pertanian Jepang selatan, Sabtu (14/6), menewaskan enam orang.
Selain keenam orang tewas itu, 144 orang luka dan delapan lainnya dilaporkan hilang. Gempa itu juga mengakibatkan tanah longsor dan memerangkap sekitar 100 orang yang sedang menikmati mandi di sumber air panas. Gempa itu juga merusak bangunan dan menggoyang reaktor nuklir. Helikopter militer

Helikopter militer dikerahkan ke wilayah gempa untuk mengirimkan bantuan untuk para korban. Di sebuah fasilitas nuklir, goyangan gempa menumpahkan 20 liter air radioaktif dari dua kolam. Meski begitu, seorang pejabat Kementerian Perdagangan dan Industri Yoshinori Moriyama mengatakan tidak ada kebocoran dalam peristiwa itu.

Gempa utama yang diikuti gempa susulan, meretakkan banyak badan jalan, termasuk satu jalan bebas hambatan yang rusak parah. Aliran listrik untuk 29.000 rumah putus, tetapi perbaikan selesai Sabtu malam.

Perdana Menteri Yasuo Fukuda mengatakan, pemerintah sedang memobilisasi tentara, polisi dan siapa pun yang bisa membantu untuk mencari orang-orang yang diduga hilang itu, serta menolong korban luka. Ia memerintahkan regu penolong melanjutkan pekerjaan sampai jauh malam.

“Tugas penting kita adalah menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin dan kami akan melakukan yang terbaik,” katanya.

Sumber: kompas