Secara dramatis, Nihat Kahveci berhasil menjadi penentu kemenangan 3-2 Turki atas Republik Ceko, sekaligus mengantarkan timnya lolos ke perempatfinal Euro 2008.

Dua gol telat Nihat, masing-masing di menit 87 dan 89, membuat Turki mendapat tambahan tiga angka, sekaligus menggeser Ceko yang sebelumnya menghuni posisi runner up di bawah Portugal. Karenanya, Turki pun melenggang ke delapan besar.

Walau kalah, Ceko sempat menunjukkan penampilan yang menjanjikan saat emladeni Turki di Stade de Geneve, Senin (16/6/2008) dinihari WIB. Tim besutan Karel Brueckner itu bahkan langsung mengancam gawang Turki lewat sundulan Libor Sionko dan Jan Koller di 10 menit pertama. Usaha kedua pemain ini belum menemui hasil. Demikian juga sepakan first time Marek Matejovsky di menit 14 yang masih bisa ditangkap Volkan Demirel.

Sionko kembali melepas tendangan keras di menit 24. Namun lagi-lagi bola hasil sepakannya belum menemui sasaran.

Adapun Turki tak banyak mengancam gawang Petr Cech, setidaknya selama babak pertama berjalan. Jikapun ada, hampir semuanya melebar dari gawang Ceko, seperti sepakan Sanli Tuncay dan drive Mehmet Topal, juga sundulan Servet Cetin yang bisa diamankan dengan baik oleh Cech.

Sionko kembali memperoleh peluang membuat timnya unggul di menit 32, namun malah Jan Koller yang bisa melakukannya lewat tandukan kepalanya dua menit berselang, memaksimalkan crossing David Rozehnal.

Keunggulan tersebut membuat kubu Ceko makin bersemangat untuk menekan lini pertahanan Turki. Beberapa peluang bahkan sempat kembali tercipta, namun tak satupun yang membuahkan hasil. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, giliran Turki yang tampil menekan. Usaha menyamakan kedudukan kerap dibangun dari sisi lapangan, namun berulang kali pula kegagalan terjadi.

Peluang paling matang didapat Sanli Tuncay, yang menyambut bola crossing Arda Turan dengan kepalanya di menit 52. Akan tetapi Cech dengan sigap menangkap bola hasil sundulannya.

Ceko yang sesekali melakukan serangan malah bisa memaksimalkan peluang dengan efektif. Gol kedua yang dicetak Jaroslav Plasil di menit 62 adalah buktinya.

Plasil memaksa Volkan Demirel mengambil bola untuk kali kedua dari gawangnya setelah ia berhasil menyambut umpan silang yang dikirim Rozehnal dari sisi kiri pertahanan Turki dengan sontekannya.

Jan Polak nyaris saja memperbesar keunggulan Ceko menjadi 3-0 bila saja sepakannya dari dalam kotak penalti Turki di menit 71 tidak mengenai mistar. Demikian juga jika ia berhasil menyundul bola liar sesaat sebelum ditangkap Volkan Demirel.

Turki akhirnya baru bisa mencetak gol di menit 75, setelah Arda Turan berhasil menyepak bola ke sudut sempit gawang Ceko, jauh dari jangkauan Cech yang sempat berusaha menghalau bola kiriman pemain bernomor punggung 14 itu.

Skor nyaris saja kembali dalam posisi imbang bila saja Servet Cetin bisa menyarangkan bola dengan kepalanya di menit 82.

Memasuki menit ke-87, keberuntungan Ceko berubah. Berawal dari kegagalan Cech menangkap bola dengan baik, Nihat Kahveci berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyamakan kedudukan.

Turki berbalik unggul 3-2 di menit 89 setelah Nihat untuk kali kedua berhasil menyarangkan bola ke gawang Cech, berkat kepiawaiannya lolos dari jebakan offside Republik Ceko.

Sayangnya kemenangan Turki ini harus dibayar mahal setelah Volkan Demirel diusir keluar wasit Peter Frojdfeldt karena berperilaku tidak simpatik terhadap Jan Koller. Turki pun harus menjalani laga perempatfinal tanpa kiper nomor satu mereka. (Mohammad Yanuar Firdaus)

Susunan Pemain:
Turki: Volkan Demirel, Hamit Altintop, Emre Gungor (Emre Asik 63), Servet Cetin, Hakan Balta, Tuncay Sanli, Mehmet Topal (Colin Kazim Richards 56), Mehmet Aurelio, Arda Turan, Semih Senturk (Sabri Sarioglu 46), Nihat Kahveci

Republik Ceko: Petr Cech, Zdenek Grygera, Tomas Ujfalusi, David Rozehnal, Marek Jankulovski, Libor Sionko (stanislav Vlcek 84), Jan Polak, Marek Matejovsky (David Jarolim 39), Tomas Galasek, Jaroslav Plasil (michal Kadlec 80), Jan Kolle

Sumber: detikcom