Rencana PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) untuk mengaktifkan kembali kereta api wisata di Sumbar bakal terwujud. Departemen Perhubungan melalui Dirjen Perkeretaapian bulan Agustus nanti direncanakan akan mengirim sebanyak lima gerbong kereta api kelas ekonomi produksi baru PT Industri Kereta Api (PT INKA) ke Padang.Sekjen Masyarakat Pencinta Kereta Api Sumatera Barat (MPKAS) Yulnofrin Napilus kepada Padang Ekspres mengatakan, kelima gerbong yang akan dijadikan untuk wisata dari Padang ke Padangpanjang hingga Sawahlunto itu, bernilai Rp18 miliar. Salah satu dari lima gerbong itu merupakan Gerbong Resto (kereta makan).

Direktur Keselamatan dan Teknik Sarana Ditjen Perkeretaapian Departemen Perhubungan Asril Syafei saat bertemu MPKAS belum lama ini menyebutkan, interior gerbong kereta api itu sudah dihias dengan foto Rumah Gadang. “Namun, pihak KAI mengaku terkendala soal dana untuk perbaikan bantalan kereta api sekitar Rp2 miliar. Ini diharapkan dari bantuan pemerintah daerah di Sumbar,” ujar Yulnofrin Napilus.

Dalam pertemuannya dengan Kepala Bappeda pekan lalu, kata Yulnofrin Napilus, terungkap bahwa Pemprov Sumbar sudah mengalokasikan dana untuk perkeretaapian, tetapi baru bisa direalisasikan tahun 2009 karena menunggu persetujuan DPRD. Dari catatan MPKAS, pada 3 Januari 2007, Pemprov Sumbar sudah sepakat dan berkomitmen untuk menyelamatkan aset kereta api di Sumbar.Sample Image

Aset kereta api di Sumbar merupakan “aset raksasa” yang nilainya triliunan rupiah. Terdiri belasan lokomotif, puluhan gerbong dan lebih dari 200 kilometer panjang rel dan prasarana lainnya dengan 1.000 karyawan yang saat ini terpaksa disubsidi dari pusat. Tetapi sudah hampir 5 tahun ini jadi “aset tidur” yang tidak produktif. Kecuali lintas Indarung–Teluk Bayur sepanjang 17 kilometer dan ke Pariaman.

Dari catatan Padang Ekspres, beberapa waktu lalu usai bertemu Meneg BUMN Sofyan Djalil, Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi juga telah menyetujui rencana pembangunan jalan tembus kereta api dari Solok ke Indarung sepanjang 22 kilometer melalui terowongan yang cukup panjang. Rencana ini, kata gubernur, sudah ditindaklanjuti Meneg BUMN dengan menurunkan tim untuk melakukan feasibility study.

Menurut Yulnofrin Napilus, apabila jalan tembus itu terealisasi maka akan membuka peluang dan mengoptimalkan Pelabuhan Teluk Bayur. Selain itu, membantu mengurangi “repotnya” PT Semen Padang mengurus sekitar sekitar 1.200 truk yang ke luar masuk setiap hari di Indarung yang mengangkut batu bara dan semen. (esg)