Kuala Lumpur : Bulan Ramadhan membawa berkah antarnegara tetangga. Para ustad atau ulama Indonesia banyak mengisi ceramah dan menjadi imam masjid di Negeri Jiran selama bulan Ramadan.
“Sudah lama ustadz WNI, baik mereka yang sudah tinggal lama di Malaysia dan sudah mendapatkan permanent resident memberikan ceramah di surau-surau Malaysia. Beberapa ustad kita sudah populer di Malaysia,” kata Ketua PKB untuk Malaysia, Magfur Machrodji di Kuala Lumpur, Senin (1/9).

Dituturkan Magfur, ada Ustad Ahmad Muaidi Rofi’ih asal Madura, Ustad Tunggul Wahidin, dan Ustad Syarif asal Bawean yang termasuk sering memberikan ceramah di surau-surau Malaysia.
“Jadi bukan hanya TKI atau artis musik Indonesia laku keras di Malaysia. Ketika bulan Ramadan pun, ustad dan ulama kita laku keras di Malaysia,” kata Magfur, WNI yang sudah memiliki permanent resident dan sudah 25 tahun bermukim di Malaysia.Ustadz Miftah asal Jakarta, yang sudah 15 tahun tinggal di Malaysia, mengaku jadwalnya sejak hari pertama hingga hari raya Idul Fitri sudah penuh. Penceramah asal Indonesia di Malaysia pun tidak terhitung jumlahnya.
“Kapasitas dan kemampuan penceramah Indonesia memang bagus, maka ustad Indonesia bisa diterima masyarakat Malaysia. Jika tidak berbobot, mana mungkin bisa diterima,” jelas dosen Universiti Islam Antarbangsa (UIA) ini.

Sementara salah seorang dosen fakultas ekonomi Dr Ugi Suharto mengakui, ia lebih sering menjadi imam masjid daripada penceramah. “Masjidnya di perumahan tempat tinggal saya di Shah Alam, Selangor,” katanya.

Sedangkan Ketua PPI Malaysia Irfan Syauqi Beik mengakui, cukup banyak mahasiswa Indonesia yang sedang menjalani program studi S2 dan S3 di Malaysia diminta menjadi imam atau penceramah di masjid-masjid Malaysia. “Lumayan penghasilan tambahan. Menurut mereka, menjadi penceramah di masjid Malaysia penghasilannya rata-rata 100 ringgit (sekitar Rp 285 ribu) sekali ceramah,” kata Irfan.[*/L3]

Sumber: Inilah.com